Komparasi Kawasaki W175 Lama dengan W175 ABS Injeksi
Kilasotomotif.id — JAKARTA — Kawasaki W175, motor berdesain klasik legendaris di segmen retro, kembali diperbarui untuk model tahun 2026 melalui varian W175 ABS dan W175 Street Injeksi yang kini menyingkirkan sistem karburator dan menghadirkan injeksi serta ABS (Anti-lock Braking System). Perubahan ini menandai evolusi penting dalam keluarga W175 yang telah dikenal di Indonesia sejak pertama kali diluncurkan.
Perbandingan antara W175 lama dan W175 ABS injeksi tidak hanya memperlihatkan pembaruan teknologi, tetapi juga bagaimana Kawasaki menyeimbangkan estetika retro klasik dengan kebutuhan berkendara modern dan regulasi emisi kendaraan kontemporer.
Evolusi Sistem Bahan Bakar: Karburator vs Injeksi
Perbedaan paling mendasar antara W175 lama dan varian ABS injeksi adalah pada sistem suplai bahan bakar. Model klasik W175 sebelumnya masih mengandalkan karburator Mikuni VM24, pilihan yang sesuai dengan tema klasik namun memiliki keterbatasan dalam efisiensi dan respon mesin terutama dalam berbagai kondisi cuaca.
Sementara itu, pada W175 ABS injeksi, Kawasaki mengganti karburator dengan fuel injection (injeksi bahan bakar) yang membuat suplai campuran udara-bahan bakar lebih presisi, membantu konsumsi bahan bakar lebih baik serta adaptasi performa mesin lebih stabil secara umum. Injeksi juga membantu memenuhi standar emisi yang lebih ketat.
Mesin pada varian injeksi tetap mempertahankan kapasitas 177 cc single cylinder 4-tak dan transisi 5-percepatan, namun injeksi membuat respons mesin lebih halus, terutama saat suhu mesin belum optimal atau dalam kondisi perjalanan yang bervariasi.
Fitur Keamanan ABS
Perubahan penting berikutnya yaitu disematkannya sistem pengereman ABS pada W175 ABS injeksi, terutama pada roda depan dengan cakram berdiameter lebih besar (±270 mm). ABS ini memberikan kontrol pengereman lebih baik saat melakukan rem mendadak atau saat kondisi jalan licin, sehingga meningkatkan tingkat keselamatan berkendara dibandingkan sistem rem standar motor lawas.
Sementara itu, W175 lama hanya memiliki rem cakram depan biasa tanpa ABS, sehingga pengereman yang lebih responsif harus dilakukan dengan teknik berkendara yang lebih telaten. Meskipun rem belakang masih tromol, ditambah ABS di depan sudah cukup signifikan meningkatkan keamanan keseluruhan sistem.
Panel Instrumen & Kenyamanan Berkendara
Salah satu evaluasi penting lainnya adalah pada panel instrumen. W175 lama khas dengan speedometer analog yang sangat sederhana, memberikan informasi minimal seperti kecepatan tanpa indikator bensin atau trip meter digital.
Pada W175 ABS injeksi, Kawasaki menambahkan panel instrumen semi-digital, memadukan tampilan analog klasik dengan layar digital yang mampu menampilkan odometer, indikator bahan bakar, serta trip meter. Hal ini tidak hanya memperkaya informasi bagi pengendara, tetapi juga menambah kesan fungsional dalam perjalanan harian atau touring ringan.
Kemudian, kendaraan injeksi ini juga memiliki estetika dan dimensi sedikit lebih modern dengan rangka dan swing arm yang sedikit diperpanjang, memberikan kenyamanan berkendara yang sedikit meningkat dibanding model lama.
Dimensi, Bobot & Kenyamanan Berkendara
W175 lama memiliki dimensi fisik yang kompak sesuai gaya retro, dengan fitur seperti suspensi teleskopik depan, dual shock absorber belakang, serta bobot yang ringan — membuatnya lincah di jalan kota maupun jalur rural klasik.
Varian injeksi sedikit lebih bongsor dengan dimensi yang sedikit meningkat, misalnya panjang bodi yang lebih besar, sehingga memberikan proporsi motor yang lebih seimbang dan ruang yang sedikit lebih nyaman bagi pengendara. Penyesuaian kecil ini membantu meningkatkan stabilitas, terutama saat membawa beban atau berkendara di kecepatan sedang.
Pengaruh Perubahan terhadap Pengalaman Berkendara
Berkendara W175 lama memberikan sensasi khas motor retro klasik yang simpel tanpa fitur modern, cocok bagi penggemar tampilan jadul dan perawatan mekanik yang sederhana. Karburator pada motor lama, meski mudah dirawat, sering kali memerlukan penyesuaian terutama saat perubahan iklim atau suhu lingkungan, yang bisa berpengaruh pada stabilitas rpm saat start awal.
Sementara itu, W175 ABS injeksi meningkatkan pengalaman harian melalui pengaplikasian teknologi injeksi yang membuat respons gas lebih halus, konsumsi bahan bakar yang secara umum lebih efisien, dan pengereman yang lebih aman berkat ABS — menjadikannya kombinasi spesifikasi klasik dengan kenyamanan modern yang relevan.
Harga & Posisi di Pasar
Harga W175 ABS injeksi dipatok mulai sekitar Rp 38,5 juta – Rp 38,9 juta OTR Jakarta, sedangkan varian W175 lama sebelumnya berada di kisaran harga lebih rendah, tergantung varian dan kondisi pasar.
Meski ada selisih harga antara kedua varian, peningkatan teknologi seperti injeksi, ABS, dan instrumen semi-digital menjadikan W175 ABS injeksi sebagai pilihan menarik bagi pengendara yang ingin gaya retro klasik namun tetap menginginkan fitur aman dan efisien untuk mobilitas sehari-hari.
Nilai Retensi & Preferensi Konsumen
Di kalangan pencinta motor klasik, W175 versi lama masih memiliki nilai estetika tersendiri karena kesederhanaannya. Panel analog penuh, suara knalpot khas retro, dan konsumsi bahan bakar yang relatif ramah membuat sebagian pengguna tetap menyukai model lama meski ada fitur modern yang hilang.
Sementara itu, konsumen yang mula ke dunia otomotif dengan preferensi teknologi modern cenderung memandang varian injeksi dan ABS sebagai investasi lebih baik, terutama dalam hal kenyamanan berkendara, keselamatan, serta adaptasi terhadap regulasi emisi kendaraan yang semakin ketat di berbagai wilayah.
Kesimpulan
Perbandingan antara Kawasaki W175 lama dan W175 ABS injeksi menunjukkan usaha Kawasaki dalam menjaga karakter klasik retro sekaligus menghadirkan pembaruan teknologi yang relevan. Meski basis mesin tetap pada konfigurasi 177 cc SOHC sederhana, keberadaan fuel injection, ABS, panel semi-digital, dan peningkatan dimensi kecil mengokohkan W175 ABS injeksi sebagai pilihan yang lebih aman dan modern tanpa kehilangan identitasnya sebagai motor klasik.
Model lama tetap menarik bagi penggemar purist yang ingin sensasi retro penuh tanpa fitur modern; sedangkan W175 injeksi cocok bagi mereka yang ingin keseimbangan antara estetika klasik dan teknis berkendara yang praktis serta aman.
Pada akhirnya, pilihan antara dua generasi ini tergantung pada prioritas pengendara—apakah lebih menghargai nostalgia klasik atau membutuhkan kenyamanan serta fungsionalitas harian yang lebih baik.

