Ditanya Perbedaan V4 dan Inline-4, Begini Jawaban Quartararo
Kilasotomotif.id — Pada peluncuran resmi motor balap terbaru Yamaha YZR-M1 untuk musim MotoGP 2026, pembalap andalan Yamaha, Fabio Quartararo, mendapat pertanyaan yang menarik soal perbedaan antara mesin V4 yang baru dan mesin inline-4 yang telah lama digunakan Yamaha dalam beberapa dekade terakhir.
Yamaha, yang telah secara resmi beralih ke konfigurasi mesin V4 untuk musim balap mendatang, menghadapi tantangan besar untuk menyesuaikan performa, karakteristik, dan sensasi berkendara motor kebanggaan mereka. Meski demikian, Quartararo sendiri mengaku belum mampu merasakan perbedaan teknis yang signifikan antara kedua jenis mesin itu pada pengujian awal jelang kompetisi resmi.
Peluncuran YZR-M1 V4 dan Perubahan Besar di Tim Yamaha
Perubahan dari konfigurasi mesin inline-4 ke V4 merupakan langkah besar bagi tim pabrikan asal Jepang tersebut. Sejak Suzuki hengkang dari MotoGP pada 2022, Yamaha menjadi satu-satunya pabrikan yang masih memakai mesin inline-4, padahal dominasi di lintasan MotoGP saat ini justru dikuasai motor-motor bermesin V4.
Konfigurasi mesin V4 dikenal lebih unggul dalam hal akselerasi, penggunaan tenaga yang lebih halus di bawah, serta kemampuan dalam mengelola traksi dan pengereman dengan lebih efektif dibanding inline-4 konvensional yang lebih panjang dan memiliki karakter stabil di garis lurus.
Meski perubahan ini sudah dikonfirmasi dan mesin V4 siap digunakan secara penuh pada musim 2026, Quartararo mengakui bahwa dalam pengujian awalnya ia belum merasakan perbedaan signifikan yang membuat ia langsung “mengerti” keunggulan atau kekurangan masing-masing konfigurasi mesin tersebut.
Quartararo: Tidak Merasakan Perbedaan Signifikan
Saat ditanya soal perbedaan antara mesin baru V4 dan mesin inline-4 yang dipakainya sepanjang kariernya, Quartararo menyatakan bahwa pengalaman langsungnya masih terlalu terbatas. “Saya belum bisa mengatakan secara detail apa perbedaannya, karena kami belum benar-benar fokus untuk mengeksplorasi performa mesin baru ini. Kami terus melakukan berbagai pengaturan, trial setup, bukan soal langsung mengejar kecepatan maksimum,” ujar Quartararo kepada wartawan.
Menurutnya, bahkan pada sesi tes sebelumnya, Yamaha lebih banyak mencoba berbagai setup atau penyesuaian komponen mesin dan elektronik ketimbang benar-benar “memaksa” performa untuk diuji secara maksimal. Hal ini membuat Quartararo belum bisa membedakan dengan jelas apakah V4 itu memberikan kelebihan daripada inline-4 pada kondisi tertentu.
Kenapa Yamaha Beralih ke Mesin V4?
Perubahan ini bukan sekadar sebuah eksperimen belaka. Yamaha memutuskan untuk meninggalkan mesin inline-4 yang telah menjadi ciri khas mereka selama puluhan tahun karena tren MotoGP saat ini memang didominasi oleh pabrikan yang menggunakan mesin V4.
Mesin V4 dipandang memiliki keunggulan pada akselerasi keluar tikungan, pengelolaan tenaga yang lebih optimal, serta karakter yang lebih cocok dengan regulasi saat ini, terutama terkait penggunaan ban dan manajemen elektronik. Keunggulan seperti ini dibutuhkan untuk bersaing dengan tim lain seperti Ducati, Aprilia, dan Honda yang sejak lama mengusung mesin V4 pada paket balap mereka.
Selain itu, pendekatan V4 juga memberikan peluang pengaturan aerodinamis dan distribusi berat yang lebih baik. Hal ini penting bagi tim pabrikan yang ingin mengejar level performa tertinggi di kejuaraan dunia.
Feedback Quartararo dan Tantangan Yamaha
Quartararo sendiri merupakan sosok yang sudah berpengalaman dengan motor bermesin inline-4 Yamaha sejak awal karier MotoGP-nya. Ia bahkan sempat meraih gelar dunia bersama konfigurasi mesin tersebut, dan perubahan ini jelas bukan hal kecil dalam perspektif seorang pembalap.
Meski tidak bisa menjelaskan perbedaan secara teknis atau langsung memberikan penilaian tajam, Quartararo menyadari bahwa timnya perlu terus mengeksplorasi paket mesin V4 ini untuk menemukan basis setup yang tepat. Hanya dengan itu Yamaha dapat memaksimalkan potensi mesin sehingga balapan di lintasan sesungguhnya bisa mencerminkan keunggulan konfigurasi baru tersebut.
Feedback dari pengujian yang berjalan menunjukkan bahwa Yamaha masih menghadapi beberapa tantangan, seperti pengaturan front-end stability serta manajemen tenaga pada RPM tertentu, yang masih sedikit berbeda dengan karakter inline-4 mereka sebelumnya. Setidaknya dalam sesi tes YAML di Valencia, Quartararo dan rekan setimnya masih mencoba memahami karakter dasar paket V4 tersebut demi performa kompetitif di musim balap mendatang.
Reaksi Fans dan Komunitas MotoGP
Perubahan mesin ini telah menjadi pokok pembicaraan di kalangan penggemar MotoGP. Banyak fans yang penasaran apakah mesin V4 Yamaha bisa membawa perubahan signifikan dalam kompetisi, sedangkan yang lain menyebutkan bahwa transisi dari desain lama ke desain baru memang memerlukan waktu adaptasi, baik di kalangan rider maupun insinyur.
Beberapa komentator bahkan membandingkan karakter dua jenis mesin ini, menilai bahwa inline-4 meskipun stabil, memiliki keterbatasan dalam hal acceleration out of corner, sedangkan V4 menawarkan peningkatan traction dan kelincahan di tikungan.
Namun, karena belum banyak data performa balapan nyata dengan mesin ini, opini tersebut masih bersifat spekulatif sampai musim balap 2026 benar-benar dimulai.
Prospek Musim Balap 2026 dengan Mesin V4
Yamaha telah memastikan seluruh line-up pembalap mereka akan menggunakan mesin V4 untuk musim 2026, termasuk Quartararo, Alex Rins, dan tambahan rider lainnya. Mesin baru ini akan menjalani lebih banyak sesi tes sebelum balapan resmi dimulai pada musim mendatang.
Kendati feedback awal Quartararo bersifat moderat dan ia belum merasakan perbedaan yang jelas, hal ini wajar mengingat V4 adalah paket teknik baru yang penuh evolusi. Menurut Yamaha, tim ini melihat potensi besar dari karakter mesin V4 yang lebih sesuai dengan tuntutan regulasi dan kompetisi MotoGP era baru.
Kesimpulan
Dalam sesi tanya jawab setelah peluncuran motor balap Yamaha YZR-M1 musim 2026, Fabio Quartararo belum bisa menjabarkan perbedaan signifikan antara mesin baru V4 dan mesin inline-4 yang telah lama digunakan pihak pabrikan. Meski Yamaha secara resmi beralih ke V4, pembalap asal Prancis ini menyatakan bahwa pengalaman langsungnya masih terlalu awal untuk memberi penilaian teknis yang tegas. Yamaha pun terus melakukan tes dan pengembangan demi memastikan paket balap 2026 siap bersaing di kelas premier MotoGP.

