KomunitasModifikasiMotorNasionalViral

Ada Perubahan Regulasi Rider di Kejurnas Motoprix, Novice Usia Maksimal Jadi 23 Tahun!

Kilasotomotif.idJAKARTA — Menjelang musim balap Kejurnas Motoprix 2026, Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) menetapkan pembaruan regulasi penting yang menyentuh struktur kategori rider. Perubahan paling mencolok adalah penyesuaian batas usia di kategori Novice, yang semula berakhir pada usia 20 tahun kini diperluas hingga maksimal 23 tahun. Kebijakan ini dipandang strategis untuk memberikan ruang lebih luas bagi pembalap muda berkembang di kompetisi nasional.

Langkah ini resmi diumumkan pada 20 Desember 2025 oleh PP IMI melalui laman BalapMotor.net, sumber informasi otomotif balap motor di Indonesia. Selain itu, sejumlah penyesuaian lain pada struktur usia di kelas-kelas lain juga dikonfirmasi berlaku untuk menyongsong kompetisi tahun depan.


Penyesuaian Batas Usia di Kategori Rider

Perubahan paling signifikan terdapat pada kategori Novice Kejurnas Motoprix, yang mampu menjadi jembatan antara pembalap pemula ke level lebih tinggi. Regulasi baru ini menetapkan:

  • Novice: Usia minimal 15 tahun hingga usia maksimal 23 tahun.
  • Expert: Usia minimal 16 tahun dan usia maksimal 50 tahun, dengan catatan memiliki prestasi tertentu.
  • Rookie: Tetap mempertahankan rentang usia 12–16 tahun.
  • Beginner: Usia 11–14 tahun.

Penyesuaian ini diharapkan membantu pembinaan pembalap muda Indonesia, karena memberi kesempatan lebih panjang untuk bertanding secara kompetitif sebelum naik ke kelas Expert atau kelas balap lainnya di luar Motoprix.


Tujuan Regulasi Baru

PP IMI menjelaskan perubahan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari upaya pembinaan yang lebih matang bagi pembalap muda Indonesia. Regulasi yang diperluas ini diharapkan bisa:

  1. Memperluas kesempatan kompetisi bagi rider yang berada pada fase transisi dari pemula menuju pembalap profesional, terutama mereka yang belum mencapai puncak performa sebelum usia 20 tahun.
  2. Mempertahankan bakat potensial di arena Kejurnas Motoprix tanpa memaksa pembalap harus pindah ke kelas Expert terlalu cepat.
  3. Meningkatkan jumlah peserta di kelas Novice sehingga kompetisi lebih kompetitif dan menarik bagi tim serta sponsor.

Sebelumnya, regulasi lama memang membatasi pembalap Novice hanya hingga usia 20 tahun sebagaimana tertulis dalam Peraturan Kejuaraan Nasional (PKN) Motoprix 2023, yang menyebut batasan usia maksimum pembalap Novice adalah 20 tahun.


Dampak Bagi Industri Balap Domestik

Perubahan regulasi ini datang di saat Kejurnas Motoprix kembali menjadi sorotan di kalender balap nasional. Ajang ini menjadi panggung penting untuk talenta balap motor Indonesia, dalam mempersiapkan pembalap untuk kompetisi level lebih tinggi seperti OnePrix, Asia Road Racing Championship (ARRC), dan potensi balap internasional lainnya.

Menurut pengamat balap nasional dan pelatih tim, perluasan usia di kelas Novice memberi keleluasaan siklus pembinaan. “Dengan batasan usia maximal yang lebih luas, pembalap yang masih berkembang fisik maupun pengalaman balap tidak dipaksa naik kelas terlalu cepat. Ini penting agar mereka lebih siap menghadapi tekanan kompetisi di tingkat Expert,” ujar salah satu pelatih yang enggan disebutkan namanya.


Penyesuaian Kategori Lain

Selain perubahan pada kelas Novice, klasifikasi usia lain juga diperbarui untuk menyeimbangkan jenjang kompetisi di Kejurnas Motoprix. Kebijakan ini mencerminkan struktur berjenjang yang lebih matang, dari pembalap pemula di Beginner hingga pembalap berpengalaman di Expert, termasuk:

Beginner: Batas usia minimal 11 tahun hingga 14 tahun—sedikit dinaikkan dibandingkan standar sebelumnya.
Rookie: Tetap mempertahankan rentang usia 12–16 tahun, memberi ruang bagi talenta usia muda.
Expert: Usia yang lebih luas hingga 50 tahun, namun dengan syarat prestasi, menunjukan pengalaman menjadi nilai tambah di kelas tertinggi ini.

Selain itu, muncul pula kelas Matic 131 Open untuk pembalap non-Expert usia minimal 14 tahun, serta penegasan batas usia pada kelas Matic Wanita dengan usia minimum 14 tahun. Regulasi baru juga menghadirkan kategori Mini Moto Sport 160cc bagi pembalap usia dini (8–12 tahun), yang menjadi pijakan awal formal di lintasan balap.


Penyesuaian Ketentuan Naik Kelas

PP IMI juga mempermudah mekanisme naik kelas, terutama bagi pembalap yang menunjukkan performa signifikan. Dalam regulasi baru disebutkan bahwa seorang rider dapat mengikuti kelas di atasnya hingga tiga seri dari total lima putaran Kejurnas Motoprix, tanpa harus terlebih dahulu memenuhi seluruh syarat administratif pindah kelas. Kebijakan ini bersifat fleksibel dan diharapkan menyokong pertumbuhan pembalap berbakat.


Reaksi Komunitas Balap

Perubahan ini menuai berbagai tanggapan dari komunitas balap dan tim pendukung. Sebagian besar menyambut positif, karena regulasi ini dinilai lebih realistis untuk merangsang kontestasi di kelas Novice, yang sebelumnya kadang kurang ramai. Selain itu, tim balap dan sponsor menilai kebijakan ini dapat menarik lebih banyak pembalap berbakat yang belum optimal menunjukkan performa sebelum usia 20 tahun.

Namun demikian, tidak sedikit yang berharap agar regulasi ini tetap diikuti dengan pendidikan teknis, keselamatan, dan standar prosedur operasi balapan yang lebih kuat, demi mencegah risiko keselamatan terutama di usia pembalap yang masih belia.


Tantangan dan Peluang di Musim Depan

Dengan perubahan regulasi usia ini, Kejurnas Motoprix diprediksi akan semakin menarik perhatian publik, tim, dan stakeholder balap motor nasional. Kompetisi yang lebih beragam dari segi usia dan pengalaman rider juga akan memberikan tontonan yang lebih kompetitif di lintasan.

Di sisi lain, tantangan seperti penjagaan standar keselamatan, kualitas paddock, serta dukungan pelatihan teknis menjadi bagian penting agar talenta muda dapat berkembang optimal tanpa mengorbankan aspek keselamatan.


Kesimpulan

PP IMI telah melakukan pembaruan regulasi rider di Kejurnas Motoprix 2026, menonjolkan penambahan batas usia maksimal kelas Novice menjadi 23 tahun serta penyesuaian kategori usia lain yang lebih berstruktur. Kebijakan ini diharapkan memberikan ruang pembinaan lebih luas bagi pembalap muda, mendorong regenerasi talenta balap tanah air, dan meningkatkan daya saing kompetisi nasional.

Perubahan ini menandai langkah signifikan dalam pengembangan olahraga balap motor Indonesia, menjadikan Kejurnas Motoprix sebagai pintu gerbang penting bagi pembalap menuju jenjang prestasi nasional dan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *