BalapDuniaMobilMotorNiaga

Bulega Bangga Pindah Dari WorldSBK ke MotoGP

Kilasotomotif.id – Bulega Bangga Pindah dari WorldSBK ke MotoGP

JAKARTA – Nicolò Bulega akhirnya mendapatkan kesempatan yang selama ini menjadi salah satu impian terbesarnya dalam karier balap. Pembalap asal Italia tersebut akan meninggalkan ajang WorldSBK dan naik ke kelas utama MotoGP mulai musim 2027.

Bulega telah resmi bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team untuk menghadapi musim MotoGP 2027. Ia akan mengendarai Ducati Desmosedici GP dan menjadi rekan satu tim Fermín Aldeguer.

Kepindahan tersebut menjadi langkah besar dalam perjalanan karier Bulega. Setelah membangun reputasi melalui WorldSSP dan WorldSBK, pembalap berusia 27 tahun itu akhirnya kembali ke paddock Grand Prix untuk menjalani musim penuh di kelas premier.

Bagi Bulega, keputusan tersebut bukan sekadar perpindahan tim atau kelas. MotoGP merupakan tujuan yang sejak awal telah ada dalam perjalanan kariernya. Karena itu, kesempatan tersebut disambut dengan rasa bangga sekaligus kebahagiaan.

MotoGP Jadi Impian Bulega

Bulega mengakui bahwa tampil di MotoGP merupakan impian yang sudah ia miliki sejak mulai berkarier sebagai pembalap.

Namun, perjalanan menuju kelas premier tidak berjalan seperti yang mungkin direncanakan pada awal karier. Bulega sempat berkompetisi di Moto3 dan Moto2 sebelum akhirnya mengambil jalur berbeda dengan pindah ke kejuaraan balap superbike.

Keputusan tersebut justru menjadi titik balik penting dalam kariernya.

Di WorldSSP, Bulega mampu menunjukkan kemampuan yang kemudian membawanya menjadi juara dunia. Kesuksesan tersebut membuka jalan menuju WorldSBK bersama Ducati.

Setelah tampil kompetitif di WorldSBK, kesempatan untuk kembali ke lingkungan MotoGP akhirnya datang.

“Bisa menembus MotoGP adalah sebuah impian,” kata Bulega dalam pernyataan yang disampaikan setelah kepindahannya diumumkan. Ia juga mengaku bangga karena perjalanan menuju kelas premier akhirnya terwujud meski harus melalui rute yang berbeda dari kebanyakan pembalap.

Perjalanan Panjang dari Moto3 hingga WorldSBK

Karier Bulega di dunia balap internasional dimulai sejak usia muda. Ia pernah menjadi bagian dari VR46 Riders Academy dan memiliki hubungan dengan lingkungan Valentino Rossi sejak awal karier.

Bulega tampil di Moto3 dan Moto2 sebelum akhirnya mencari jalan baru untuk mengembangkan kariernya.

Pada 2022, ia bergabung dengan Aruba.it Racing WorldSSP Team. Di kelas tersebut, performanya berkembang pesat.

Musim 2023 menjadi salah satu periode terpenting dalam karier Bulega. Ia tampil dominan dan berhasil merebut gelar juara dunia WorldSSP bersama Ducati.

Keberhasilan tersebut kemudian mengantarkannya ke WorldSBK pada 2024.

Di WorldSBK, Bulega kembali menunjukkan bahwa dirinya mampu beradaptasi dengan cepat. Ia langsung menjadi salah satu pembalap yang diperhitungkan dan terus berkembang bersama Aruba.it Racing-Ducati Team.

Kini, perjalanan tersebut membawanya kembali ke kelas yang pernah menjadi bagian dari awal kariernya.

Hubungan dengan VR46 Jadi Pertimbangan

Salah satu alasan Bulega merasa nyaman bergabung dengan VR46 adalah hubungan yang telah terjalin sejak dirinya masih muda.

Bulega pernah menjadi bagian dari VR46 Riders Academy. Karena itu, sejumlah orang yang akan bekerja bersamanya di tim MotoGP bukanlah sosok asing.

Kondisi tersebut membuat proses adaptasi secara personal diharapkan menjadi lebih mudah.

Bulega menyebut dirinya sudah mengenal banyak orang di lingkungan VR46. Menurutnya, bekerja dengan orang-orang yang sudah dikenal memberikan keuntungan tersendiri ketika harus menghadapi tantangan baru di MotoGP.

Selain faktor hubungan personal, Bulega juga menilai profesionalisme tim menjadi alasan penting di balik keputusannya.

Pertamina Enduro VR46 Racing Team akan menjadi tempat Bulega menjalani debut penuh di MotoGP pada 2027.

Ducati Tetap Menjadi Bagian Perjalanan

Kepindahan Bulega ke MotoGP juga tidak membuat hubungannya dengan Ducati berakhir.

Sebaliknya, Ducati Corse telah mengumumkan perpanjangan kerja sama dengan Bulega. Pembalap Italia tersebut akan tetap berada dalam keluarga Ducati ketika menjalani debut MotoGP.

Sebelum mendapatkan posisi sebagai pembalap MotoGP penuh waktu, Bulega sudah memiliki pengalaman menguji motor Ducati untuk proyek MotoGP.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena MotoGP akan memasuki era baru pada 2027.

Ducati juga menilai Bulega telah menunjukkan perkembangan, kecepatan dan kemampuan beradaptasi yang membuatnya layak mendapatkan kesempatan di kelas premier.

Tantangan Baru dengan Motor 850 cc

Musim 2027 akan menghadirkan perubahan teknis besar di MotoGP.

Kapasitas mesin akan turun menjadi 850 cc, sementara regulasi aerodinamika juga mengalami perubahan. Perangkat ride-height akan dilarang dan Pirelli akan menjadi pemasok ban di kelas utama.

Situasi tersebut membuat seluruh pembalap harus beradaptasi dengan karakter motor baru.

Bagi Bulega, pengalaman panjangnya menggunakan ban Pirelli di WorldSBK bisa menjadi modal tambahan. Ia sudah terbiasa dengan karakter ban yang akan digunakan MotoGP mulai musim depan.

Ducati bahkan sebelumnya melibatkan Bulega dalam pengembangan motor MotoGP generasi baru. Perannya sebagai pembalap penguji membuat dirinya telah memiliki pengalaman dengan prototipe yang dikembangkan untuk regulasi 2027.

Dengan demikian, meski berstatus rookie MotoGP, Bulega tidak sepenuhnya memulai dari nol.

Bulega Tak Ingin Memasang Target Berlebihan

Menariknya, Bulega tidak langsung menetapkan target tinggi untuk musim pertamanya di MotoGP.

Pembalap Italia tersebut memilih untuk menjalani proses secara bertahap.

Ia ingin terlebih dahulu memahami karakter motor, bekerja dengan kru, beradaptasi dengan persaingan serta mengambil pengalaman dari setiap balapan.

Pendekatan tersebut cukup realistis mengingat perbedaan karakter antara motor WorldSBK dan MotoGP tetap besar.

Bulega akan menghadapi pembalap-pembalap yang telah bertahun-tahun berkompetisi di kelas premier. Karena itu, proses adaptasi menjadi faktor penting sebelum berbicara mengenai kemenangan atau perebutan posisi tertentu.

“Saya tidak ingin menetapkan target,” merupakan inti dari pendekatan Bulega menjelang debutnya. Ia ingin menjalani balapan satu per satu dan memberikan kemampuan terbaik, terutama pada fase awal musim.

Musim 2026 Belum Selesai

Meski sudah memastikan masa depannya di MotoGP, Bulega belum meninggalkan targetnya di WorldSBK.

Saat pengumuman kepindahan dibuat, Bulega masih menjalani musim 2026 bersama Aruba.it Racing-Ducati Team dan tengah bersaing untuk meraih hasil terbaik di kejuaraan tersebut.

Ducati juga menegaskan bahwa fokus Bulega untuk saat ini tetap berada di WorldSBK.

Artinya, kepindahan ke MotoGP tidak boleh membuat konsentrasinya terpecah. Justru, Bulega masih mempunyai pekerjaan besar untuk diselesaikan sebelum benar-benar berpindah paddock.

Musim WorldSBK 2026 menjadi kesempatan terakhirnya memberikan prestasi bersama Ducati di kelas superbike sebelum memulai tantangan baru pada tahun berikutnya.

Bertemu Kembali dengan Rival Lama

Kepindahan Bulega juga akan mempertemukannya kembali dengan sejumlah pembalap yang sebelumnya pernah menjadi rivalnya di WorldSBK.

Salah satunya adalah Toprak Razgatlioglu, yang juga akan berada di grid MotoGP 2027 bersama Prima Pramac Yamaha.

Kehadiran dua pembalap yang sebelumnya bersaing di WorldSBK membuat persaingan musim depan semakin menarik.

Namun, Bulega tidak ingin terlalu memikirkan persaingan tersebut. Fokus utamanya adalah memastikan dirinya mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.

MotoGP memiliki tekanan yang berbeda. Jumlah sesi, format akhir pekan, karakter motor dan tingkat persaingan membuat seorang rookie membutuhkan waktu untuk menemukan ritme.

Bangga dengan Perjalanan yang Berbeda

Perjalanan Bulega menuju MotoGP memang tidak berlangsung melalui jalur yang biasa.

Ia pernah berada di Moto3 dan Moto2, kemudian mengembangkan kembali kariernya di WorldSSP hingga menjadi juara dunia, sebelum tampil di WorldSBK.

Jalur tersebut justru menjadi bagian penting yang membentuk dirinya sebagai pembalap.

Kini, Bulega mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya di kelas tertinggi.

Ia tidak datang ke MotoGP dengan status pembalap yang belum berpengalaman. Sebaliknya, ia membawa pengalaman dari berbagai kategori, pengetahuan mengenai ban Pirelli, pengalaman menguji Ducati serta hasil positif dari WorldSBK.

Debut bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team pada 2027 pun menjadi babak baru dalam kariernya.

Bulega menyebut pencapaian tersebut sebagai sesuatu yang membanggakan. Setelah menempuh perjalanan yang lebih panjang dibandingkan sebagian pembalap lain, impian tampil penuh di MotoGP akhirnya menjadi kenyataan.

Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kesuksesan di WorldSBK dapat diterjemahkan ke kelas premier.

Bagi Bulega, MotoGP bukan sekadar tujuan akhir. Debut pada 2027 menjadi awal dari tantangan baru yang akan menentukan sejauh mana dirinya mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *